Sapa disini..


ShoutMix chat widget

Penguat Hati

“Saat kita ingin memberi nasihat, yang paling baik adalah memberikan nasihat yang sesuai dengan kebutuhan kita saat itu. Karena nasihat itu akan kembali lagi ke diri kita”

Kata-kata di atas adalah kata-kata yang diucapkan oleh sahabat sekaligus saudariku yang sekarang sedang merantau ke kota Surabaya yaitu Kenyo R. P. Kata-kata ini, katanya ia dapatkan dari MRnya juga..

Maknanya kurang lebih seperti ini, saat kita diminta untuk memberikan suatu tausiyah, yang paling baik adalah berikan tausiyah pada orang lain sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalnya kita lagi butuh banget tausiyah penyemangat dari orang lain agar kita bisa bersemangat, maka di saat kita justru malah diminta untuk bertausiyah, berikanlah tausiyah penyemangat untuk mereka.. agar kita bisa tertular semangatnya..

Ya, beberapa hari ini fitri lagi sering sekali uring-uringan (mungkin perlu dibuat akhwat fun uring-uringan :roll: ). Entahlah mengapa, yang pasti hati fitri terasa ga enak. Mau cerita ke orang lain, tapi males juga untuk cerita. Cerita, ga, cerita, ga, cerita, ga.. (dah kayak lagi nyabutin kelopak bunga). Ya intinya seperti itulah.

Dan seperti biasa, agenda pekananku ke 81 harus ditunaikan. Hari itu, sebenernya fitri belum siap untuk membawakan materi apa-apa, terlebih lagi ragu untuk membawakan materi yang berat karena hati juga sedang ga enak. Akhirnya kuputuskan untuk membawakan materi yang sedang kubutuhkan saat itu: Tentang Sebuah Keikhlasan.

Saat mengisi mentoring, kuputuskan hari itu ingin metodenya diskusi saja. Supaya lebih hidup..

Dan sebelum memulai mentoring, aku ceritakan kepada mereka latar belakang dari diskusi hari itu. Ya, latar belakang kenapa aku ingin membawakan materi itu. Namun, tentunya hanya sebatas yang boleh mereka tahu.. :grin:

Diskusi pun berlangsung dengan tema keikhlasan. Mereka juga semangat untuk berbagi pengalaman mereka atau teman-teman mereka. Dan justru.. di saat itu bukan fitri yang memberikan tausiyah pada mereka.. tapi justru malah fitri yang mendapatkan tausiyah dari mereka.. Banyak sekali hikmah yang kudapat dari cerita mereka. Mungkin mereka tidak sadar bahwa mereka memberikan pencerahan padaku hari itu, tapi tak apa.. cukuplah begitu.

Lega rasanya..

MR fitri pernah bilang, “enaknya punya binaan itu adalah bisa diajak curhat di saat kita ga bisa curhat sama siapa-siapa”. Kata-kata ini si sebenernya kata-kata waktu kami sedang bercandaan aja di liqo-an, trus sekalian promosiin ke kelompokku supaya binaannya pada ngisi di 81 -kebiasaan mba ku itu..-.

Ya, sepertinya sudah kuterapkan perkataan itu di hari itu. Tidak, tidak hanya hari itu. Sepertinya berulang kali. Di saat fitri lagi penat dengan kehidupan kampus, bertemu mereka di masjid Al-Quds 81 bisa menjadi penguat hatiku lagi. Membuat hari-hariku menjadi semangat lagi.. dan akhwat fun kembali fun lagi :grin:

Jazakumullah untuk kalian semua yang telah mengisi hari-hariku.. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak :grin:

Mentor!! Menjadi Inspirator, ting! ^^

Kemarin sore tepatnya sekitar pukul 16.30 di lantai 6 Fasilkom UI, ada acara bubaran mentor PMB.

Kegiatannya lumayan banyak, walaupun waktunya hanya sebentar. Diawali oleh sambutan dari bapak n ibu PO: Mas Nunug n Ayash kemudian dilanjutkan oleh Fajar dari DPM.  Trus ada juga curhat2an dari bu Renjay,, ^^

Setelah itu, ada games yang dibawa sama Nurul.. Nah, sebenernya main games yang ini mah fitri udah sering, tapi gapapa lah.. fitri pengen tau komentar temen2 fitri ke fitri selama ini bagaimana. Ya, gamesnya adalah menuliskan kesan tentang seseorang di kertas, kemudian kertasnya dilipat, trus dioper ke teman sebelahnya, sampai isi kertas penuh dengan komentar orang tentang diri kita.

Beberapa ada yang bisa fitri tebak si tulisannya, but mostly ga ketebak (yang paling mudah ketebak adalah tulisan para cewek.. soalnya cuma dikit heheh)

Dan inlah oleh-oleh kemarin..

Continue reading Mentor!! Menjadi Inspirator, ting! ^^

‘Tembok’, Terbuka, Memberi dan Menerima

Mungkin terasa abstrak ketika membaca judul postingan kali ini. “Apa si yang hendak fitri tulis?”
Ya, fitri pribadi pun bingung untuk merangkai kata yang bagaimana sedemikian sehingga bisa terbentuk rangkaian kata yang bagus untuk dijadikan judul. Atau menemukan satu kata saja yang cukup untuk mendeskripsikan maksud tulisan fitri kali ini. Tapi sepertinya, kata-kata ini udah dienkripsi sedemikian rupa di otakku sehingga sel-sel otak pun sulit untuk membuka ciphertext yang sangat rumit ini dengan kunci yang ada (aduh, bahasanya semakin ngaco!)
Intinya, keempat kata itu kini tengah berputar-putar di otakku dan ingin segera kubuat rangkaian dari kata-kata kunci itu untuk menulis postingan ini.

Prolog yang agak membingungkan.. (maap ya teman-teman)

Hal ini sebenarnya sudah lama terpendam.. sangaaaattt lama
dan bahkan membuat seorang fitri menjadi berubah!
Fitri seperti tidak mengenal diri sendiri, merasa diri ini berubah, menjadi bukan fitri yang dulu..
Dan lagi, merasa fitri hanya memakai topeng ke orang luar. Di depan mereka mungkin fitri terlihat tak ada masalah dan bisa bersikap semanis mungkin, tapi di balik itu semua ternyata fitri merasa sebal dan menangis. Hanya bisa marah-marah pada diri sendiri. Berbagi cerita dan tangisan hanya pada Allah dan diary.. Sudah cukup banyak lembaran yang kutulis di diary untuk mengungkapkan perasaan ini, sudah cukup banyak pula air mata ini dipendam sendirian, sebelum akhirnya fitri berani untuk mengungkapkan pada beberapa teman yang fitri percaya.

Continue reading ‘Tembok’, Terbuka, Memberi dan Menerima

‘Tembok’

Ia menjadi penopang di saat yang lain runtuh
Ia tetap tegar di saat badai menghadang
Ia tetap tegak kokoh berdiri karena kekuatan bata penyusunnya
Ia tetap ada di saat yang lain tak ada

Ialah yang bernama tembok persahabatan

Yang terbentuk dari bahan terbaik di dunia
Bata kepercayan
Semen pengertian
Air tolong menolong
dan pekerja yang terbaik sepanjang masa

Namun, ada kalanya tembok itu rapuh
Hancur
Tak tahu apa sebabnya

Dan muncullah tembok baru
Tembok yang tak terlihat namun amat dirasakan
Membuat hati penuh sesak
Kadang membuat orang menangis

Ialah yang bernama tembok penghalang

Ingin rasanya kuhancurkan tembok itu!

Hingga ia hancur berkeping-keping
Tak menyisakan satu keping pun

Ingin kubangun kembali tembok yang lama
Agar aku bisa bersandar padanya
Agar aku bisa mengisi hari bersamanya

Memang, masalah itu tak sederhana
Tapi tak juga bisa dikatakan rumit

Jika kita berpikir sejenak keluar dari masalah itu
Dan memandangnya dengan sudut pandang berbeda
Mungkin kita bisa melihat sisi yang memukau disana
Sisi yang tak sempat kita lihat karena prasangka

Ah, tembok itu..
Kuingin kembalikan ia seperti semula

what is your contribution to your country?

huff..
there’re so many great people in the world!
they not just talk, but they can do something to others
something great! something worthwhile!

yap, like someone who I saw on DAAI TV in this evening
she makes business of bags from garbage plastic
but its employees are ‘tuna rungu’ and scavengers
she just a woman and do all of that by herself.. but she can make some jobs for disabilities people..
she did that because her daughter was a disabilities one also..
and she said that, “mereka begitu bukan karena kemauan mereka, itu kehendak Tuhan. Namun mereka sebenarnya punya potensi yang dapat dikembangkan”

but her business not just for Indonesia.. her products are exported to another country too.. such as Belanda
and there’re so much orders for her company every month!

with the profit of her business, she can enlarge her business so that the disabilities people can get job from her..
so that.. she can help poor people to get a job!

not just talk, she can make a change for this country
not just angry with the government and not doing anything
she can give some contribution to change this country..

hope someday I’d be like her..

~is trying to use english to this blog.. but not often.. just if I have mood.. hehe :mrgreen:

~if you find some mistakes, please correct them ya.. :grin: