‘Tembok’
Ia menjadi penopang di saat yang lain runtuh
Ia tetap tegar di saat badai menghadang
Ia tetap tegak kokoh berdiri karena kekuatan bata penyusunnya
Ia tetap ada di saat yang lain tak ada
Ialah yang bernama tembok persahabatan
Yang terbentuk dari bahan terbaik di dunia
Bata kepercayan
Semen pengertian
Air tolong menolong
dan pekerja yang terbaik sepanjang masa
Namun, ada kalanya tembok itu rapuh
Hancur
Tak tahu apa sebabnya
Dan muncullah tembok baru
Tembok yang tak terlihat namun amat dirasakan
Membuat hati penuh sesak
Kadang membuat orang menangis
Ialah yang bernama tembok penghalang
Ingin rasanya kuhancurkan tembok itu!
Hingga ia hancur berkeping-keping
Tak menyisakan satu keping pun
Ingin kubangun kembali tembok yang lama
Agar aku bisa bersandar padanya
Agar aku bisa mengisi hari bersamanya
Memang, masalah itu tak sederhana
Tapi tak juga bisa dikatakan rumit
Jika kita berpikir sejenak keluar dari masalah itu
Dan memandangnya dengan sudut pandang berbeda
Mungkin kita bisa melihat sisi yang memukau disana
Sisi yang tak sempat kita lihat karena prasangka
Ah, tembok itu..
Kuingin kembalikan ia seperti semula

haduh haduh,,itulah kenapa saya tidak suka puisi,,selalu sulit untuk dimengerti,,dan memang otak anak ilmu komputer seharusnya tidak cocok dengan puisi :p
@jay
kalo dinilai sisi puitis-romantis nya mah, tulisan di atas ga bisa dikategorikan sebagai puisi jay..
~mana bisa fitri bikin kata2 puitis-romantis begitu!
hanya sekedar curhatan.. baca lagi kelanjutan ceritanya di postingan selanjutnya